Oleh :
EDSI ALMANTO
SAMBALAO, ST
Arsitek
Lansekap / landscape architect
Alumni
Arsitektur Lansekap (angkatan 2003) Universitas Trisakti, Jakarta
Perencanaan tentang membangun sebuah kota bukan merupakan persoalan yang
mudah. Perencanaan ini membutuhkan waktu yang lama dan tersusun dengan matang.
Dimana ketika kita mengembangkan sebuah perencanaan kota dan tujuannya, banyak
hasil yang akan tercapai. Salah satunya adalah pariwisata dan banyak hasil
lainnya yang akan terwujud dan terbentuk dengan sendirinya. Sebagai contoh,
ketika kita membangun rumah untuk kita tempati, apakah rumah tersebuat
ditujukan untuk orang lain? Apakah orang lain yang akan menikmati rumah
tersebut? Saya rasa tidak, kita membangunnya untuk diri kita sendiri dan untuk
anak-anak kita, bukan untuk orang lain. Dan hasilnya adalah orang lain akan
merasa rumah kita nyaman, sejuk dan lain-lain sebagai hasil mereka akan
menjadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul atau beraktifitas. Tentu saja
kalau orang lain itu adalah teman-teman kita, bukan orang asing. Rumah tersebut
akan menjadi sebuah tempat wisata bagi mereka. Sama halnya jika kita
merencanakan perkembangan kota Manado. Kita tidak bisa membatasi waktunya
tetapi perencanaan yang dibuat harus berkelanjutan. Program yang dijalankan
harus berkesinambungan dan melibatkan hampir semua disiplin ilmu. Tetapi
ketulusan dalam menuangkan sebuah pemikiran harus dijalankan dengan kesungguhan
hati. Permasalahan teknis yang terjadi dilapangan dengan sangat mudah, solusi
akan ditemukan tetapi sebuah filosofi dalam menerapkan sebuah visi dan tujuan
merupakan sesuatu yang tidak mudah.
Banyak sekali potensi di kota manado dan sekitarnya yang
belum diopimalkan. Berita yang selalu kita baca di surat kabar mengatakan bahwa
beberapa tempat belum dioptimalkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah.
Kemudian apa yang harus dilakukan. Sekali lagi pariwisata itu adalah hasil bukan
tujuan dari sebuah potensi. Bukan kita mengembangkan pariwisata tetapi mengoptimalkan
sebuah potensi. Pengembangan potensi yang kita lakukan yaitu menggali dan
menampilkannya di permukaan sehingga kita bisa menikmatinya. Ingat, untuk kita
sendiri. Bahwa kita butuh. Kita ingin rumah kita, kota kita nyaman, indah
sehingga kita bisa bangga. Apakah orang Bali akan mengganggap bahwa objek
wisata di tempat lain lebih baik dari tempat mereka sedangkan mereka telah
mendapat pengakuan dari hampir semua orang di dunia. Kita harus merencanakan
potensi yang ada sebagai bagian dari masyarakat sendiri dan sebagai bagian dari
sesuatu yang besar. Seberapa jauh peraturan dan kebijakan itu dilaksanakan?
Seberapa besar pemerintah daerah mendapatkan pertimbangan dan solusi yang
menarik dan baik dalam perencanaan pembangunan kota? Mari kita duduk bersama, segala
dinas pemerintahan yang terkait dan mencari tahu, apa yang harus kita lakukan?
Kalau kita memang mau bersaing dengan segala perkembangan dunia.
Banyak faktor yang saling berhubungan dalam hal memperbaiki
dan mengembangkan potensi – potensi wisata. Dan melibatkan unsur aksi, reaksi
dan interaksi. Dalam kenyataannya perencanaan tidak berjalan dan tidak mengenai
target sesuai dengan visi dan misi suatu perencanaan. Ini sekarang yang terjadi
dalam perencanaan visi kota Manado. Mengarah ke perencanaan ekowisata. Tetapi
tidak ada pembangunan yang mengarah ke arah tersebut. Pembangunan yang sedang
berjalan sekarang ini hanya bergerak ke dalam dua bagian, yaitu pembangunan
jalan layang Soekarno dan pembangunan perumahan. Tidak ada yang berjalan ke
arah ekowisata. Inilah yang saya katakan membutuhkan unsur aksi, reaksi dan
interaksi. Kita perlu melihat perkembangan pembangunan lebih jauh dari yang
kita rencanakan. Bagaimana wujud kota Manado dalam kurun waktu 20 tahun
kedepan? Karena unsur penting dalam perencanaan pembangunan adalah kita
menyiapkan sebuah lingkungan yang baik untuk seluruh generasi yang akan datang.
Segala analisa dan konsep yang kita rencanakan bukan untuk hasil secara materi
bisa kita lihat dan hitung tetapi untuk kelangsungan hidup dan perkembangan
kesejahteraan. Kalau sekarang saja kita sudah mengeluh dengan lingkungan yang
kita tempati sekarang, bagaimana dengan masa depan.
Adalah penting jika kita memikirkan dan merencanakan
penataan ruang luar sesuai dengan kaidah lingkungan yang ada sebelum suatu
pekerjaan dilakukan. Karena pada awalnya lingkungan yang telah ada merupakan
struktur yang seimbang dalam mekanisme alam. Keseimbangan
ini akan berubah seiring dengan pekerjaan yang dilakukan dalam mekanisme alam
tersebut. Dalam menata keseimbangan atau mensinergikan suatu keadaan lingkungan
dengan sebuah tujuan, kita perlu menetapkan sasaran pembangunan yang jelas.
Dalam hal ini sasaran pembangunan yang terjadi adalah meningkatkan sektor
pariwisata, melalui berbagai acara-acara international yang dilaksanakan di
kota Manado. Tetapi, ini semua belum bisa mengeksplorisasi sektor pariwisata
itu sendiri. Sampai sejauh mana, berapa lama dan berapa banyak objek pariwisata
yang bisa dikunjungi dalam waktu yang lama? Setelah acara tersebut selesai,
apakah peserta dari acara internasonal tersebut akan tetap di kota Manado
sampai tiga hari menetap? Dan mereka harus kemana? Perbandingan yang jelas bisa
kita lihat apa yang terjadi di Bali. Eksplorasi tempat wisata, sasaran
pembangunan dan penetapan dan pelaksaan aturan yang jelas yang menjadi modal
utama dalam pengembangan berkelanjutan kota.
Visi dari kota Manado sekarang ini sangat baik karena
mendukung secara langsung yang menjadi ketetapan bersama di Bali yaitu BALI
ROAD MAP. Dan visi yang sangat jelas mendukung tindakan pelestarian lingkungan.
Pelestarian lingkungan harus dilakukan bersama-sama dengan perubahan
pembangunan kota. Kota yang sekarang kita tempati ini pada awalnya adalah
sebuah ekosistem yang seimbang. Perubahan fungsi yang terjadi bergerak bersama
dengan pembangunan dan itu memang tidak bisa dihindari. Yang menjadi tindakan
kita adalah menata dan menjaga perubahan tersebut sehingga menjadi sebuah
tempat yang baik. Bukan hanya manusia yang menjadi fokus utama kehidupan di
bumi karena masih ada flora dan fauna dan mengalami penurunan jumlah. Ekowisata
tidak terlepas dari tiga unsur tersebut.
Manado gerbang kota pariwisata Indonesia yang mungkin saja
akan menjadi salah satu destinasi dunia merupakan pencapaian yang harus
dilaksanakan dengan segala kemampuan. Pembangunan infrastuktur darat, laut dan
udara harus dimaksimalkan. Transportasi air belum ditingkatkan dengan baik.
Pembangunan dermaga untuk fasilitas kapal pesiar untuk objek yang jauh jika
menempuh jalur darat bisa dipertimbangkan. Pembangunan ruang terbuka public
yang memiliki estetika dan memiliki gaya yang khas bisa dilaksanakan. Pemilihan
lokasi dan analisa tentang aktivitas serta akses masih bisa diterapkan di kota
Manado. Pemeliharaan objek wisata harus lebih dioptimalkan. Pembangunan
miniature kota dan pembuatan tempat wisata baru bisa menambah objek wisata yang
memiliki nilai jual. Ini semua harus dipikirkan secara berkelanjutan untuk
perkembangan kota Manado di masa yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar