Sabtu, 06 Oktober 2012

MANADO GERBANG PARIWISATA INDONESIA

Oleh  :

EDSI ALMANTO SAMBALAO, ST
Arsitek Lansekap / landscape architect
Alumni Arsitektur Lansekap (angkatan 2003) Universitas Trisakti, Jakarta

Perencanaan tentang membangun  sebuah kota bukan merupakan persoalan yang mudah. Perencanaan ini membutuhkan waktu yang lama dan tersusun dengan matang. Dimana ketika kita mengembangkan sebuah perencanaan kota dan tujuannya, banyak hasil yang akan tercapai. Salah satunya adalah pariwisata dan banyak hasil lainnya yang akan terwujud dan terbentuk dengan sendirinya. Sebagai contoh, ketika kita membangun rumah untuk kita tempati, apakah rumah tersebuat ditujukan untuk orang lain? Apakah orang lain yang akan menikmati rumah tersebut? Saya rasa tidak, kita membangunnya untuk diri kita sendiri dan untuk anak-anak kita, bukan untuk orang lain. Dan hasilnya adalah orang lain akan merasa rumah kita nyaman, sejuk dan lain-lain sebagai hasil mereka akan menjadikan rumah kita sebagai tempat berkumpul atau beraktifitas. Tentu saja kalau orang lain itu adalah teman-teman kita, bukan orang asing. Rumah tersebut akan menjadi sebuah tempat wisata bagi mereka. Sama halnya jika kita merencanakan perkembangan kota Manado. Kita tidak bisa membatasi waktunya tetapi perencanaan yang dibuat harus berkelanjutan. Program yang dijalankan harus berkesinambungan dan melibatkan hampir semua disiplin ilmu. Tetapi ketulusan dalam menuangkan sebuah pemikiran harus dijalankan dengan kesungguhan hati. Permasalahan teknis yang terjadi dilapangan dengan sangat mudah, solusi akan ditemukan tetapi sebuah filosofi dalam menerapkan sebuah visi dan tujuan merupakan sesuatu yang tidak mudah.
Banyak sekali potensi di kota manado dan sekitarnya yang belum diopimalkan. Berita yang selalu kita baca di surat kabar mengatakan bahwa beberapa tempat belum dioptimalkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Kemudian apa yang harus dilakukan. Sekali lagi pariwisata itu adalah hasil bukan tujuan dari sebuah potensi. Bukan kita mengembangkan pariwisata tetapi mengoptimalkan sebuah potensi. Pengembangan potensi yang kita lakukan yaitu menggali dan menampilkannya di permukaan sehingga kita bisa menikmatinya. Ingat, untuk kita sendiri. Bahwa kita butuh. Kita ingin rumah kita, kota kita nyaman, indah sehingga kita bisa bangga. Apakah orang Bali akan mengganggap bahwa objek wisata di tempat lain lebih baik dari tempat mereka sedangkan mereka telah mendapat pengakuan dari hampir semua orang di dunia. Kita harus merencanakan potensi yang ada sebagai bagian dari masyarakat sendiri dan sebagai bagian dari sesuatu yang besar. Seberapa jauh peraturan dan kebijakan itu dilaksanakan? Seberapa besar pemerintah daerah mendapatkan pertimbangan dan solusi yang menarik dan baik dalam perencanaan pembangunan kota? Mari kita duduk bersama, segala dinas pemerintahan yang terkait dan mencari tahu, apa yang harus kita lakukan? Kalau kita memang mau bersaing dengan segala perkembangan dunia.
Banyak faktor yang saling berhubungan dalam hal memperbaiki dan mengembangkan potensi – potensi wisata. Dan melibatkan unsur aksi, reaksi dan interaksi. Dalam kenyataannya perencanaan tidak berjalan dan tidak mengenai target sesuai dengan visi dan misi suatu perencanaan. Ini sekarang yang terjadi dalam perencanaan visi kota Manado. Mengarah ke perencanaan ekowisata. Tetapi tidak ada pembangunan yang mengarah ke arah tersebut. Pembangunan yang sedang berjalan sekarang ini hanya bergerak ke dalam dua bagian, yaitu pembangunan jalan layang Soekarno dan pembangunan perumahan. Tidak ada yang berjalan ke arah ekowisata. Inilah yang saya katakan membutuhkan unsur aksi, reaksi dan interaksi. Kita perlu melihat perkembangan pembangunan lebih jauh dari yang kita rencanakan. Bagaimana wujud kota Manado dalam kurun waktu 20 tahun kedepan? Karena unsur penting dalam perencanaan pembangunan adalah kita menyiapkan sebuah lingkungan yang baik untuk seluruh generasi yang akan datang. Segala analisa dan konsep yang kita rencanakan bukan untuk hasil secara materi bisa kita lihat dan hitung tetapi untuk kelangsungan hidup dan perkembangan kesejahteraan. Kalau sekarang saja kita sudah mengeluh dengan lingkungan yang kita tempati sekarang, bagaimana dengan masa depan.
Adalah penting jika kita memikirkan dan merencanakan penataan ruang luar sesuai dengan kaidah lingkungan yang ada sebelum suatu pekerjaan dilakukan. Karena pada awalnya lingkungan yang telah ada merupakan struktur yang seimbang dalam mekanisme alam. Keseimbangan ini akan berubah seiring dengan pekerjaan yang dilakukan dalam mekanisme alam tersebut. Dalam menata keseimbangan atau mensinergikan suatu keadaan lingkungan dengan sebuah tujuan, kita perlu menetapkan sasaran pembangunan yang jelas. Dalam hal ini sasaran pembangunan yang terjadi adalah meningkatkan sektor pariwisata, melalui berbagai acara-acara international yang dilaksanakan di kota Manado. Tetapi, ini semua belum bisa mengeksplorisasi sektor pariwisata itu sendiri. Sampai sejauh mana, berapa lama dan berapa banyak objek pariwisata yang bisa dikunjungi dalam waktu yang lama? Setelah acara tersebut selesai, apakah peserta dari acara internasonal tersebut akan tetap di kota Manado sampai tiga hari menetap? Dan mereka harus kemana? Perbandingan yang jelas bisa kita lihat apa yang terjadi di Bali. Eksplorasi tempat wisata, sasaran pembangunan dan penetapan dan pelaksaan aturan yang jelas yang menjadi modal utama dalam pengembangan berkelanjutan kota.
Visi dari kota Manado sekarang ini sangat baik karena mendukung secara langsung yang menjadi ketetapan bersama di Bali yaitu BALI ROAD MAP. Dan visi yang sangat jelas mendukung tindakan pelestarian lingkungan. Pelestarian lingkungan harus dilakukan bersama-sama dengan perubahan pembangunan kota. Kota yang sekarang kita tempati ini pada awalnya adalah sebuah ekosistem yang seimbang. Perubahan fungsi yang terjadi bergerak bersama dengan pembangunan dan itu memang tidak bisa dihindari. Yang menjadi tindakan kita adalah menata dan menjaga perubahan tersebut sehingga menjadi sebuah tempat yang baik. Bukan hanya manusia yang menjadi fokus utama kehidupan di bumi karena masih ada flora dan fauna dan mengalami penurunan jumlah. Ekowisata tidak terlepas dari tiga unsur tersebut.
Manado gerbang kota pariwisata Indonesia yang mungkin saja akan menjadi salah satu destinasi dunia merupakan pencapaian yang harus dilaksanakan dengan segala kemampuan. Pembangunan infrastuktur darat, laut dan udara harus dimaksimalkan. Transportasi air belum ditingkatkan dengan baik. Pembangunan dermaga untuk fasilitas kapal pesiar untuk objek yang jauh jika menempuh jalur darat bisa dipertimbangkan. Pembangunan ruang terbuka public yang memiliki estetika dan memiliki gaya yang khas bisa dilaksanakan. Pemilihan lokasi dan analisa tentang aktivitas serta akses masih bisa diterapkan di kota Manado. Pemeliharaan objek wisata harus lebih dioptimalkan. Pembangunan miniature kota dan pembuatan tempat wisata baru bisa menambah objek wisata yang memiliki nilai jual. Ini semua harus dipikirkan secara berkelanjutan untuk perkembangan kota Manado di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar: