Selasa, 12 Oktober 2010

tidak ada yang tahu arti lingkungan

Pertama saya berpikir, dan mengingat apa yang teman saya katakan seperti ini, "klo TUHAN seorang arsitek, pasti yang dibuat pertama kali adalah rumah untuk adam dan hawa berteduh. Kalau TUHAN seorang interior, pasti yang dibikin adalah rumah yang indah bagian dalamnya. Tapi menurut kami, mungkin, TUHAN adalah seorang ARSITEK LANSEKAP (bahwa ilmu ini sudah ada dari jaman bumi diciptakan), karna yang dibikin oleh-NYA pertama kali adalah TAMAN EDEN. Sebuah lingkungan bagi manusia untuk pertama kali". Semuanya sudah tersedia bagi manusia, bahkan rumahpun tidak ada. Asumsi saya hujanpun tidak pernah ada. Tapi yang ada sekarang hujanpun sangat marah. Semuanya berkata, " Awas...Imi sudah 5 tahun, siap2 banjir akan datang". HAHAHAHAH....saya sering tertawa mendengar orang berkata seperti ini. Mereka menganggap bahwa ini sudah siklus yang harus dijalani. TIDAK.!!! Ini adalah tindakan yang menurut manusia benar sesuai pikiran mereka sendiri. Mari kita coba mengerti apa yang harus dipahami.

Alam adalah kekuatan yang dinamis yang sangat dahsyat. Terlihat dari luar memang tidak membahayakan tetapi setiap harinya mereka selalu bergerak dan mengumpulkan kekuatan. Mari kita sebut saja bencana besar yang selalu alam lakukan. Banjir dan longsor. Banjir bisa kita hentikan. Karena banjir pertama kali adalah pada zaman nabi nuh. Bagaimana menghentikanya???Saya belum bisa memberikan sebuah solusi konkrit tapi saya akan membicarakan apa yang terlintas dalam pikiran saya sekarang. Ketika air menguap karena proses pamanasan dari sinar matahari dan menjadi awan - ini merupakan proses yang tidak bisa dicegah - lalu turun menjadi hujan, disinilah proses pemikiran kita untuk mencari tahu bagaimana agar air yang turun bisa di manajemen. Karena disini kita mempunyai beberapa fakta : 
1. Setiap 5 tahun (menurut pengamatan orang-orang) air hujan turun melampaui debitnya. Padahal jumlah air hujan yang turun tetap sama. Yang membedakan adalah lama dan kecepatan air tersebut turun. 
2. Terjadi pembangunan yang mengambil lahan hijau. kalau yang ini mungkin bisa menhadi faktor yang tidak terlalu diprioritaskan. Tetapi pembangunan yang ada tidak memikirkan tentang kemana air yang turun harus di manage. Disini berarti kita mebicarakan tentang waduk, drainase, resapan air dan sebagainya. Yang pada akhirnya pembangunan kembali menjadi salah satu penyebab kenapa tidak direncanakan secara mendetail.
Minimal dari dua fakta diatas (bisa saja lebih faktor yang mempengaruhi, tapi mari kita berpikir secara sederhana dulu) kita bisa memikirkan dengan sangat banyak bagaimana bisa meminimalisir banjir. Ketika air yang turun ke tanah tidak bisa langsung menyerap ke dalam. tetapi akan menjadi aliran permukaan. Aliran permukaan inilah yang menjadi cikal bakal banjir. Yang menjadi masalah adalah tidak ada tempat unr mereka. Kalau bisa diibaratkan banjir tersebut sama dengan lonjakan penduduk yang ada disuatu pulau. Peramasalahan yang terlalu kompleks  yang harus dipikirkan secara bersama dan terstruktur tidak bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan dimana tindakan yang diambil belum meminimalisir secara keseluruhan bnajir yang terjadi. Sebut saja BKT, proyek yang mengatasi banjir yang belum bisa dirasakan manfaatnya bahkan banjir-banjir kecil lebih banyak. 
Mari kita berpikir lagi. Sudah tidak ada tempat untuk air yang turun. TIDAK ADA TEMPAT. Cuma satu yang bisa saya beri tahu dan biasanya ONE IS GOOD. 
LINGKUNGAN YANG PERTAMA KALI DICIPTAKAN...!!!!

Jadi, ketika sebuah kota dibangun jangan usik lingkungannya. Sebuah kota jangan jadi benalu dari lingkungan. Semua hal dalam dunia ini berada dalam lingkungan. Jadi kita semua tidak mengerti apa arti lingkungan. Mari kita sama-sama berpikir dan mencari jalan keluarnya setiap hari karena alam selalu bergerak setiap hari. Ketika alam berada di puncak pergerakannya, alam bisa membuat kekuatan manusia dan teknologi menjadi sangat tidak berarti sama sekali. Adakan penelitian setiap hari. Jangan tunggu alam marah baru kita ribut. Sibuk komentar sana-sini, semua profesor sibuk diwawancara. Setelah itu adem lagi. Diam. Tunggu bencana apa berikutnya...hahahahahhahaha,,,,LINGKUNGAN TIDAK PERNAH DIAM MAKA KITA JUGA SEHARUSNYA TIDAK BOLEH DIAM...MARI KITA TANYAKAN APA YANG DIINGINKANNYA


APA ARTI LINGKUNGAN???